Sabtu, 25 Februari 2012

Penyakit Difteri

Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium Diphtheriae. Bakteri ini biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas. Jika sudah lebih parah lagi, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.
Gejala difteri meliputi, sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher, dan terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel, sulit bernapas atau napas cepat, demam, dan menggigil.
Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi. Orang yang terinfeksi C. Diphtheria seringkali tidak merasakan sesuatu atau tidak ada tanda-tanda dan gejala sama sekali.
Orang yang terinfeksi namun tidak menyadarinya dikenal sebagai carier (pembawa) difteri. Sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia, baik sebagai penderita maupun sebagai carier.
Tipe kedua dari difteri dapat mempengaruhi kulit, menyebabkan nyeri kemerahan, dan bengkak yang khas terkait dengan infeksi bakteri kulit lainnya. Sementara itu pada kasus yang jarang, infeksi difteri juga mempengaruhi mata.
Bakteri C.diphtheriae dapat menyebar melalui tiga rute:
* Bersin: Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, mereka akan melepaskan uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang di sekitarnya terpapar bakteri tersebut.
* Kontaminasi barang pribadi: Penularan difteri bisa berasal dari barang-barang pribadi seperti gelas yang belum dicuci.
* Barang rumah tangga: Dalam kasus yang jarang, difteri menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang biasanya dipakai secara bersamaan, seperti handuk atau mainan.
Selain itu, Anda juga dapat terkontaminasi bakteri berbahaya tersebut apabila menyentuh luka orang yang sudah terinfeksi. Orang yang telah terinfeksi bakteri difteri dan belum diobati dapat menginfeksi orang nonimmunized selama enam minggu - bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala apapun.
Orang-orang yang berada pada risiko tertular difteri meliputi:
  •  Anak-anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru
  • Orang yang hidup dalam kondisi tempat tingal penuh sesak atau tidak sehat
  • Orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan
  • Siapapun yang bepergian ke tempat atau daerah endemik difteri
Difteri jarang terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa, karena telah mewajibkan imunisasi pada anak-anak selama beberapa dekade. Namun, difteri masih sering ditemukan pada negara-negara berkembang di mana tingkat imunisasinya masih rendah seperti halnya yang saat ini terjadi di Jawa timur.
Jika tidak diobati, difteri dapat menyebabkan:
* Gangguan pernapasan
C. Diphtheriae dapat menghasilkan racun yang menginfeksi jaringan di daerah hidung dan tenggorokan. Infeksi tersebut menghasilkan membaran putih keabu-abuan (psedomembrane) terdiri dari membran sel-sel mati, bakteri dan zat lainnya. Membran ini dapat menghambat pernapasan.
* Kerusakan jantung
Toksin (racun) difteri dapat menyebar melalui aliran darah dan merusak jaringan lain dalam tubuh Anda, seperti otot jantung, sehingga menyebabkan komplikasi seperti radang pada otot jantung (miokarditis). Kerusakan jantung akibat miokarditis muncul sebagai kelainan ringan pada elektrokardiogram yang menyebabkan gagal jantung kongestif dan kematian mendadak.
* Kerusakan saraf
Toksin juga dapat menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada tenggorokan, di mana konduksi saraf yang buruk dapat menyebabkan kesulitan menelan. Bahkan saraf pada lengan dan kaki juga bisa meradang yang menyebabkan otot  menjadi lemah. Jika racun ini merusak otot-otot kontrol yang digunakan untuk bernapas, maka otot-otot ini dapat menjadi lumpuh. Kalau sudah seperti itu, maka diperlukan alat bantu napas.
Dengan pengobatan, kebanyakan orang dengan difteri dapat bertahan dari komplikasi ini, namun pemulihannya akan berjalan lama.
Difteri adalah penyakit yang serius. Para ahli di Mayo Clinic, memaparkan, ada beberapa upaya pengobatan yang dapat dilakukan diantaranya:
* Pemberian antitoksin: Setelah dokter memastikan diagnosa awal difteri, anak yang terinfeksi atau orang dewasa harus menerima suatu antitoksin. Antitoksin itu disuntikkan ke pembuluh darah atau otot untuk menetralkan toksin difteri yang sudah terkontaminasi dalam tubuh.
Sebelum memberikan antitoksin, dokter mungkin melakukan tes alergi kulit untuk memastikan bahwa orang yang terinfeksi tidak memiliki alergi terhadap antitoksin. Dokter awalnya akan memberikan dosis kecil dari antitoksin dan kemudian secara bertahap meningkatkan dosisnya.
* Antibiotik: Difteri juga dapat diobati dengan antibiotik, seperti penisilin atau eritromisin. Antibiotik membantu membunuh bakteri di dalam tubuh dan membersihkan infeksi. Anak-anak dan orang dewasa yang telah terinfeksi difteri dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit untuk perawatan.
Mereka mungkin akan diisolasi di unit perawatan intensif karena difteri dapat menyebar dengan mudah ke orang sekitar terutama yang tidak mendapatkan imunisasi penyakit ini.
Pencegahan
Jika Anda telah terpapar orang yang terinfeksi difteri, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Dokter mungkin akan memberi Anda resep antibiotik untuk mencegah infeksi penyakit itu.
Di samping juga pemberian vaksin difteri dengan dosis yang lebih banyak. Pemberian antibiotik juga diperlukan bagi mereka yang diketahui sebagai carrier (pembawa) difteri.
Difteri adalah penyakit yang umum pada anak-anak. Penyakit ini tidak hanya dapat diobati tetapi juga dapat dicegah dengan vaksin. Vaksin difteri biasanya dikombinasikan dengan vaksin untuk tetanus dan pertusis, yang dikenal sebagai vaksin difteri, tetanus dan pertusis.
Versi terbaru dari vaksin ini dikenal sebagai vaksin DTaP untuk anak-anak dan vaksin Tdap untuk remaja dan dewasa. Pemberian vaksinasi sudah dapat dilakukan saat masih bayi dengan lima tahapan yakni, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 12-18 bulan dan 4-6 tahun.
Vaksin difteri sangat efektif untuk mencegah difteri. Tapi pada beberapa anak mungkin akan mengalami efek samping seperti demam, rewel, mengantuk atau nyeri pasca pemberian vaksin. Pemberian vaksin DTaP pada anak jarang menyebabkan komplikasi serius, seperti reaksi alergi (gatal-gatal atau ruam berkembang hanya dalam beberapa menit pasca injeksi), kejang atau shock. Untuk beberapa anak dengan gangguan otak progresif - tidak dapat menerima vaksin DTaP.

Sumber: Kompas.com

Selasa, 23 Agustus 2011

Greeting Service Haji




Pernah dengar belum sih apa yang dimaksud dengan Greeting Service Haji? Memang belum banyak orang yang tau bahwa ada pekerjaan semacam itu. Saya pun baru mengetahuinya ketika saya mendengar kabar lowongan pekerjaan tersebut 2 tahun lalu.
Dalam penyelenggaraan ibadah haji, beberapa instansi saling bahu membahu untuk dapat menyelenggarakannya dengan baik. Tentu saja Departemen Agama sebagai tuan rumah penyelenggara ibadah haji tersebut adalah yang pokok. Departemen Agama adalah instansi yang mengatur sebagian besar kegiatan ibadah haji.
Dalam hal pembayaran tentu melibatkan bank-bank, dalam dokumen-dokumen keberangkatan ke luar negeri tentu melibatkan pihak imigrasi. Sedangkan untuk penerbangan ibadah haji pemerintah biasa memakai jasa dari Garuda Indonesia dan Saudi Arabia, khusus tahun 2011 rencananya juga dibuka kesempatan untuk Batavia Air.
Garuda Indonesia yang merupakan sebuah maskapai penerbangan tentu saja memiliki ground handling yang bertugas di darat. Salah satu perusahaan ground handling adalah PT Gapura Angkasa.
Setiap menjelang keberangkatan ibadah haji, PT Gapura Angkasa merekrut para pekerja kontrak musiman haji yang salah satunya berjuluk Hajj Greeting Service.
Apa tugas Hajj Greeting Service?
Tugasnya diantaranya adalah membantu jemaah haji berangkat mulai dari pintu X-ray asrama haji hingga jemaah naik ke pesawat, begitu pula sebaliknya saat pemulangan mereka membantu para jemaah turun dari pesawat hingga menuju embarkasi kembali. Tugas lainnya adalah memeriksa boarding pass atau lembar keterangan seseorang sah untuk naik pesawat, memastikan seluruh penumpang yang seharusnya berangkat telah berada di pesawat, memastikan barang bawaan ketika berangkat adalah sesuai dengan ketentuan (tas yang dibawa ke kabin adalah hanya 1 tas jinjing dan 1 tas kecil yang dikalungkan di leher, inilah sesi yang cukup melelahkan karena paling banyak komplain ketika ada barang penumpang yang terpaksa ditinggal karena melebihi kapasitas yang ditentukan :D ), dan tentu saja anda bisa meminta bertanya maupun meminta bantuan mereka yang berhubungan dengan keberangkatan haji.
Pekerjaan yang menyenangkan bukan? Bisa berinteraksi langsung dengan para jemaah yang akan berangkat ke tanah suci dan bisa mendengarkan kisah-kisah mereka setelah sekembalinya dari tanah suci. Percayalah, walaupun cukup melelahkan tetapi saya merindukan pekerjaan ini. :D

Sabtu, 20 Agustus 2011

7 Tips Berangkat Haji Nyaman

Berhaji adalah salah satu dari rukun islam yang dilaksanakan bagi yang mampu.
Saat menjelang keberangkatan haji anda pasti disibukkan dengan berbagai kegiatan manasik, dokumen-dokumen, sampai barang bawaan yang akan anda gunakan di tanah suci selama kurang lebih 2 bulan bagi haji reguler.
Tips berangkat haji nyaman:
1. Siapkan barang-barang yang anda butuhkan di tanah suci seperti pakaian, ihram, alat mandi, handuk, dan lain sebagainya di tas koper besar dan beratnya kurang lebih 32 kg untuk penerbangan Garuda Indonesia. Ikuti aturan yang ada karena hal tersebut adalah demi keselamatan anda sampai tujuan, bukan untuk mempersulit anda.
2. Siapkan barang-barang yang mungkin anda gunakan dalam pesawat seperti handuk kecil, mukena, jaket, dan barang-barang lain yang mungkin anda gunakan dalam pesawat ke dalam tas tenteng. Tas tenteng tersebut harus diisi dengan barang-barang yang berguna saat di perjalanan saja sehingga tidak terlalu berat ketika anda harus membawanya. Tas tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam laci di atas tempat duduk anda di kabin yang disebut dengan headrack. Pastikan tidak membawa barang berlebihan karena anda membutuhkan waktu 8-9 jam perjalanan sampai di Arab, tidak mungkin anda harus memangku barang bawaan anda karena tidak muat dimasukkan ke headrack.
3. Masukkan dokumen-dokumen seperti boarding pass, paspor, dan buku kesehatan di tas kecil yang dikalungkan di leher agar mudah mengambilnya ketika ada pemeriksaan.
4. Jika anda berniat membawa cairan ke dalam tas tenteng yang tidak dimasukkan dalam bagasi maka anda harus memastikan bahwa cairan tersebut tidak lebih dari 100ml. Dalam aturan penerbangan hal tersebut tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan ada yang membawa cairan tertentu yang bisa membahayakan penerbangan maupun orang lain.
5. Jangan membawa senjata tajam, cobek, paku, gunting untuk menjaga keselamatan, dan lepaskan baterai dari alat elektronik karena dikhawatirkan dapat mengganggu sinyal radar pesawat.
6. Ikuti seluruh instruksi dari petugas pelayanan haji dengan baik karena itu semua juga demi kenyamaan anda saat di perjalanan maupun di Makkah nanti.
7. Simpan baik-baik gelang identitas yang anda dapat dari pertugas haji karena hal itu sangat penting.

Senin, 04 Juli 2011

Outbond dan Lomba Anak-anak TPA/TPQ Kec.Mojosongo Boyolali

Minggu pagi ratusan anak TK dan SD peserta lomba TPA/TPQ Kecamatan Mojosongo telah berkumpul di lapangan SMP N 3 Mojosongo. Lomba yang digelar adalah lomba futsal, kreasi anak, berbagai kegiatan outbond, tartil Al Quran, hafalan juz 'amma, pildacil, dan cerdas cermat quran.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengisi liburan sekolah agar lebih bermanfaat dan diisi dengan kegiatan yang positif, menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri para peserta.
Dalam kegiatan tersebut TPQ Al Hidayah meraih Juara Umum. Ibu Umi sebagai pembina merasa sangat bangga dengan prestasi anak didiknya.


Selasa, 14 Juni 2011

Nyontek kok jadi tradisi...

Sejak kecil kita diajarkan oleh orang tua dan guru kita bahwa kita harus berlaku jujur di setiap perilaku kita. Namun kasus yang terjadi di Surabaya sungguh sangat disesalkan. Bagaimana tidak? Seorang wali murid yang melaporkan kecurangan pihak sekolah yang menyebarkan kunci jawaban ujian kepada siswa-siswanya malah dicemooh, dan diusir dari rumahnya oleh warga dan wali murid lainnya karena hal tersebut. Sebegitu parahkah penurunan moral di negara kita ini? Memprihatikan.
Dulu ketika masih sekolah ada pelajaran pelajaran PPKn/PKn dan agama. Dari kedua pelajaran tersebut kita mendapatkan pelajaran bahwa kejujuran itu sangat baik dan harus dilakukan. Bahkan diulang-ulang dalam setiap bab pelajaran. Namun pada kenyataannya, banyak guru yang  memiliki prinsip bahwa memberi contekan saat ujian adalah hal yang biasa. Mereka berdalih, demi kelulusan 100% di sekolah mereka dan demi nama baik sekolah. Parahnya lagi, tidak jarang siswa yang menolak memberikan contekan kepada temannya dikucilkan di kelas.
Dan saya tidak heran ketika seorang guru berkata kepada saya, "Vita, tolong ya teman-temannya dibantu besok waktu ujian." 
Seharusnya kan guru mengajarkan pada siswanya agar bisa lulus dengan kemampuan sendiri. Toh itu untuk kebaikan mereka sendiri.
Ujian adalah untuk menunjukkan kemampuan siswa yang sebenarnya, bukan untuk mendapatkan nilai yang baik. Jika dari kecil sudah dibiasakan untuk tidak jujur dalam mengerjakan ujian, mau seperti apa mereka ketika dewasa nanti? Menjadi generasi mencontek! Saya yakin, sampai mereka kuliah dan bekerja pun ketidakjujuran pasti akan mereka lakukan jika mereka tidak sesegera mungkin sadar untuk memperbaikinya.
Walaupun saya yakin tidak semua orang melakukan ketidakjujuran, tapi itu pasti hanya sedikit orang.
Mulai sekarang, kita sebagai generasi penerus harus bisa memperbaiki diri dan menjauhi sikap mencontek. Jangan sampai sikap tersebut terbawa sampai kita dewasa dan berimbas kepada generasi mendatang, yaitu anak cucu kita yang meniru kebiasaan kita. Jangan sampai mereka tidak mendapatkan pelajaran apapun tentang kejujuran. Kita bawa budaya kejujuran untuk negara kita. Kalau tidak mulai sekarang, kapan lagi?

Selasa, 26 April 2011

Pemilihan Media dan Sumber Belajar

Pengertian Media Pembelajaran
Secara harfiah media diartikan sebagai medium atau perantara. Dalam kaitannya dengan proses komunikasi pembelajaran, media diartikan sebagai wahana penyalur pesan pembelajaran. Beberapa ahli dan asosiasi telah mengemukakan pengertian tentang media pembelajaran ini, antara lain sebagai berikut:
1. NEA (1969) mengartikan media pembelajaran sebagai sarana komunikasi, baik dalam bentuk cetak maupun pandangan dengar, termasuk perangkat kerasnya.
2. Wilbur Schramm (1977) mendefinisikan media pembelajaran sebagai teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran.
3. Miarso (1980) menegaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.
Jadi, dapat disimpulkan secara lebih sederhana bahwa media pembelajaran adalah sarana yang menyalurkan pesan atau informasi dari guru ke siswa atau sebaliknya. Penggunaan media pembelajaran akan memungkinkan terjadinya proses belajar pada diri siswa dan atau dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Contohnya, guru ingin menjelaskan tentang daur hidup kupu-kupu mulai dari larva/ulat. Agar lebih konkret, guru dapat membuat atau memperlihatkan gambar, foto, ataupun video tentang proses terbentuknya kupu-kupu. Tanpa guru harus menjelaskan panjang lebar, siswa akan menjadi lebih mengerti tentang daur hidup kupu-kupu dari media yang diperlihatkan guru.
Bretz menggolongkan media ke dalam kelompok media cetak, media audio, media visual diam, media visual gerak, media audiovisual diam, dan media audiovisual gerak.
a. Media Visual
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan. Media ini dapat berupa gambar diam (still pictures) atau gambar bergerak (motion pictures).Contohnya adalah poster, foto, dan slide.
b. Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa mempelajari bahan ajar. Misalnya adalah kaset suara dan program radio.
c. Media Audiovisual 
Media ini merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut pandang dengar. Contohnya adalah televisi, slide dengan suara, dan video pembelajaran.

Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi media pembelajaran yaitu mengatasi berbagai hambatan proses komunikasi, sikap pasif siswa dalam belajar, dan mengatasi keterbatasan fisik kelas.
Kegunaan media dalam mengatasi hambatan proses komunikasi antara lain untuk mengatasi verbalisme (ketergantungan untuk menggunakan kata-kata lisan dalam memberikan penjelasan), artinya dengan kata-kata lisan yang mungkin abstrak dapat digambarkan dan dibantu dengan penggunaan media sehingga verbalisme dapat diminimalkan atau bahkan ditiadakan, seperti pepatah a picture worth a thousand words (satu gambar senilai dengan seribu kata). Misalnya menunjukkan gambar seekor dinosaurus akan lebih membuat siswa tahu bentuk dinosaurus, daripada jika hanya menceritakannya saja.

Media memiliki kegunaan untuk memperkecil objek yang terlalu besar (media slide atau model), memperbesar objek yang terlalu kecil (mikroproyektor, gambar, atau film), menyederhanakan objek yang terlalu rumit (diagram dan bagan), dan menggambarkan objek yang terlalu luas misalnya bumi atau iklim (film dan gambar).

Pengertian Sumber Belajar
Berdasarkan paparan yang dikemukakan Association for Education and Communication Technology (AECT), sumber belajar diartikan sebagai semua sumber, baik berupa data, orang maupun wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam kegiatan belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa mencapai tujuan belajarnya.
Sumber belajar dapat dikategorikan ke dalam 6 jenis, yaitu pesan (message), orang (people), bahan (materials), alat dan peralatan (tools and equipment), teknik (technique), dan lingkungan (setting). Pesan adalah informasi dalam bentuk ide, fakta, dan data yang disampaikan kepada siswa. Orang adalah manusia yang berperan sebagai penyaji dan pengolah pesan, seperti guru atau narasumber, yang dilibatkan dalam kegiatan belajar. Bahan adalah software atau perangkat lunak yang berisi pesan-pesan pembelajaran. Alat adalah hardware atau perangkat keras, yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Teknik adalah prosedur yang dipakai untuk menyajikan pesan. Lingkungan adalah kondissi dan situasi di mana kegiatan pembelajaran itu terjadi.
Dari sisi perancangan, sumber belajar dapat dipilah menjadi 2 jenis, sumber belajar dirancang (by design) dan sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization). Sumber belajar yang dirancang adalah sumber belajar yang sengaja direncanakan untuk kepentingan pembelajaran, misalnya buku, film, poster, kebun sekolah yang memang dirancang sebagai media pembelajaran. Sedangkan sumber belajar yang dimanfaatkan adalah sumber belajar yang telah ada, tinggal dimanfaatkan, di mana pada awalnya sumber belajar tersebut tidak dimaksudkan secara khusu untuk kepentingan pembelajaran, misalnya tokoh masyarakat, sekolah lain yang dianggap lebih maju dari sekolah kita, acara TV/radio.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Media dan Sumber Belajar
Untuk memperoleh hasil maksimal, pemilihan media dan sumber belajar perlu memperhatikan hal-hal berikut:
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran memuat kompetensi yang diharapkan akan dimiliki siswa di akhir pembelajaran.
b. Situasi Belajar
Jumlah siswa atau besar kecilnya kelas juga ikut menentukan pemilihan media dan sumber belajar.
c. Kemudahan
Pilih media dan sumber belajar yang mudah diperoleh.
d. Ekonomis
Pilih media dan sumber belajar yang ekonomis, dalam arti efektif dan efisien.
e. Fleksibilitas
Pilih media dan sumber belajar yang fleksibel untuk digunakan berbagai mata pelajaran dan tujuan pembelajaran.
f. Kepraktisan dan Kesederhanaan
Pilih media dan sumber belajar yang praktis dan sederhana penggunaanya.
g. Kemampuan Guru
Pilih media dan sumber belajar yang sesuai dengan kemampuan guru.

Format-Format Pendidikan yang Mungkin Tersedia di Abad Ke-21

1.    Cyber (E-Learning)
Kemajuan teknologi informasi banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Khususnya teknolohi komputer dan internet, baik dalam hal perangkat keras maupun perangkat lunak, memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran para peserta didik. Keunggulan yang ditawarkan bukan saja terletak pada fackor kecepatan untuk mendapatkan informasi, namun juga fasilitas multimedia yang dapat membuat belajar lebih menarik, visual, dan interaktif. Sejalan dengan perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ini.
Cyber atau Electronic Learning (E-Learning) pada hakikatnya adalah belajar atau pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi komputer dan/atau internet. Teknologi belajar seperti itu bias juga disebut sebagai belajar atau pembelajaran berbasis web (Web Based Instruction). Beberapa pandangan yang mengarah pada definisi E-Learning dapat dikemukakan sebagai berikut,
a. E-Learning adalah konvergensi antara belajar dan internet (Bank of America Securities).
b. E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan kerja satelit dan oemuasan digital untuk keperluan pembelajaran (Ellif Tronsen)
c. E-Learning adalah menggunakan jalinan kerja teknologi untuk mendesain, mengirim, memilih, mengorganisasikan pembelajaran (Elliot Masie).
d. E-Learning adalah pembelajaran yang dapat terjadi di internet (Cisco System).
e. E-Learning adalah dinamik, beroperasi pada waktu yang nyata, kolaborasi, individu, komprehensif (Greg Priest)
f. E-Learning adalah pengiriman sesuatu melalui media elektronik termasuk internet, intranet, extranet, satelit broadcast, audio/video tape, televisi interaktif, dan CD-ROM (Cornelia Weagen).
g. E-Learning adalah keseluruhan variasi internet dan teknologi web untuk membuat, mengirim, dan memfasilitasi pembelajaran (Robert Peterson dan Piper Jafray).
h. E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja untuk pembelajaran di mana pun dan kapan pun (Arista Knowledge System).
Cyber atau E-Learning atau pembelajaran berbasis web ini dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan pada tiga bidang, yaitu pembelajaran jarak jauh (distance learning), pembelajaran dengan menggunakan teknologi komputer, dan perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi internet. Pembelajaran jarak jauh dimulai dan dikenal oleh masyarakat dunia sekitar pertengahan tahun 1800-an di Amerika Serikat, Perancis, dan beberapa negara Eropa lainnya. Pada awalnya pembelajaran jarak jauh dilakukan melalui korespondensi menggunakan media kertas dan jasa pos, namun kemudian kemajuan teknologi komputer berkembang pesat dan membawa dampak luar biasa dalam memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk mengakses informasi untuk pembelajaran dengan mudah, menarik, visual, dan interaktif. Berbagai istilah pembelajaran yang memanfaatkan komputer di antaranya. Computer Aided Instruction (CAI) dan Computer Based Instruction (CBI). Sedangkan pembelajaran berbasis web atau Cyber E-Learning digunakan setelah teknologi internet berkembang pesat.
Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi internet ini adalah kecepatan dan tidak terbatasnya tempat dan waktu untuk mengakses informasi. Informasi dapat diakses oleh siapa saja, dan kapan saja dan di mana saja secara lebih cepat, mudah, dan relative lebih murah. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh siswa kapan saja dan di mana saja yang dirasakan nyaman. Batasan ruang, jarak, dan waktu tidak lagi menjadi masalah rumit untuk dipecahkan.

2. Open dan Distance Learning
Pembelajaran jarak jauh (distance learning) merupakan model belajar di mana guru dan siswa tidak berada dalam suatu tempat dan waktu yang sama serta tidak bertatap muka secara fisik/langsung, namun demikian di antara mereka ada komunikasi dua arah yang dilakukan dengan berbagai cara dan bantuan dari teknologi komunikasi dan informasi. Model belajar seperti ini merupakan pengembangan dari konsep pendidikan jarak jauh (distance education) atau sering juga dipakai istilah pendidikan/belajar terbuka (open education/learning), sekolah korespondensi (correspondence school), belajar fleksibel (flexible learning), dan kelas/sekolah maya (virtual classroom/school).
Belajar jarak jauh berorientasi kepada siswa, berbeda dengan sistem konvesional yang lebih berfokus kepada guru atau lembaga penyelenggara pendidikan. Kewenangan untuk untuk menentukan waktu, tempat, maupun kecepatan belajar lebih banyak ditentukan oleh siswa. Fungsi guru bergeser bukan lagi sebagai sumber belajar yang utama yang harus menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa, tetapi lebih sebagai pengelola kelas dan fasilitator. Proses belajar lebih bersifat individual dan menuntut siswa untuk belajar secara aktif dengan menggunakan bahan belajar mandiri, baik cetak maupun non cetak.

3.    Quantum Learning
Quantum Learning dikembangkan oleh Bobbi DePorter (1992) yang beranggapan bahwa metode belajar ini sesuai dengan cara kerja otak manusia dan cara belajar manusia pada umumnya. Dengan model SuperCamp yang dikembangkan bersama kawan-kawannya pada awal 1980-an, prinsip-prinsip dan metode Quantum Learning menemukan bentuknya. Dalam SuperCamp tersebut, kurikulum dikembangkan secara harmonis dan berisi kombinasi dari tiga unsure, yaitu keterampilan akademis (academic skills), prestasi atau tantangan fisik (physical challenges), dan keterampilan dalam hidup (life skills). Kurikulum didasarkan pada filsafat dasar bahwa belajar itu dapat dan harus menyenangkan. Adapun keuntungan atau manfaat dari metode Quantum Learning ini selain terbukti efektif untuk semua usia, juga menumbuhkan:
a.    Sikap positif (positive attitude)
b.    Motivasi (motivation)
c.    Keterampilan belajar sepanjang hayat (lifelong learning skills)
d.    Kepercayaan diri (confidence)
e.    Kesuksesan (success)
Metode Quantum Learning berakar dari upaya seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria (Dr. Gerogi Lozanov) yang melakukan uji coba tentang sugesti dan pengaruhnya terhadap hasil belajar. Menurut Georgi Lozanov, pada prinsipnya sugesti itu dapat dan pasti mempengaruhi hasil belajar. Teknik yang digunakan untuk memberikan sugesti positif dalam belajar di antaranya yaitu mendudukkan siswa secara nyaman, memasang musik latar di dalam kelas, meningkatkan partisipasi siswa, menggunakan poster-poster dalam menyampaikan suatu informasi, dan menyediakan guru-guru yang terlatih. Dalam Quantum Learning  semua kehidupan adalah energy, tubuh kita secara fisik adalah materi.
Metode Quantum Learning ini menjadi awal munculnya metode Quantum Teaching yang dapat melejitkan kemampuan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Quantum Teaching ini menawarkan tentang cara-cara baru untuk memaksimalkan dampak dari usaha pembelajaran melalui penciptaan lingkungan belajar yang efektif untuk memudahkan proses belajar. Asas utama dari quantum teaching, yaitu “bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka” maksudnya bahwa langkah pertama yang harus dilakukan olehseorang guru yaitu memasuki dunia anak untuk mengetahui minat, bakat, kemampuan. Setelah itu barulah seorang guru mengantarkan atau menyajikan materi pelajaran.

4.    Cooperative Learning
Pembelajaran yang bersifat kooperatif ini sebenarnya telah lama digunakan dalam pendidikan di negara kita. Pembelajaran kooperatif diartikan sebagai pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil yang dapat menumbuhkan kerja sama secara maksimal dan masing-masing siswa belajar satu dengan yang lainnya. Dalam kelompok pembelajaran kooperatif, para siswa mempunya dua tanggunga jawab yaitu belajar konten yang telah dirancang, dan menjadikan semia anggota kelompok bekerja sama. Dalam pembelajaran kooperatif ini harus ditunjukkan empat hal yaitu cooperative behavior (perilaku kerja sama antar anggota kelompok), incentive structure (memberikan suatu insentif kepada semua orang dalam kelompoknya), cooperative task structure (terjadinya saling membantu dan kerja sama antara yang kuat dan yang lemah dalam suatu kelompok, dan cooperative motives (mengembangkan motif atau budaya kerja sama yang baik).
Memperhatikan beberapa hal yang telah dikemukakan, maka pada hakikatnya cooperative learning itu merupakan sistem pembelajaran yang memegang teguh filosofi maju bersama dalam suasana kompetitif untuk format cooperative learning sangat diperlukan, terutama untuk menunjang pilar to live together.

5.    Society Technology Science (STS)
Pendekatan STS ini merupakan pendekatan baru dalam pembelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar. Dalam pembelajaran IPA, istilah STS merupakan akronim Society Technology Science. Secara filosofis konsep STS tersebut didasari oleh suatu pandangan dengan kehidupan masyarakat, begitu pula sebaliknya. STS merupakan gerakan interdisipliner yang relatif baru yang dikembangkan untuk mengintegrasikan permasalahan-permasalahan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat. Munculnya konsep STS ini diawali oleh kalangan ilmuwan kealaman (IPA) yang kemudian diikuti oleh para ilmuwan pada bidang ilmu pengetahuan sosial (IPS). Asumsi yang mendasari munculnya STS baik dalam IPA maupun IPS, yaitu keterkaitan antara sains, teknologi, dan masalah sosial.
Dalam pelajaran IPA, STS dikembangkan sebagai satu alternatif untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan pengajaran sains. Kelemahan tersebut sangat tampak pada pembelajaran sains di sekolah-sekolah yang jauh dari pengalaman siswa sehari-hari dalam masyarakat. STS hadir dengan harapan agar pada siswa sekolah dasar dapat memahami sains sekaligus mampu menerapkannya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, dilakukan dengan cara mengaitkan kegiatan pembelajaran dengan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pengaitan tersebut lebih bermakna belajar sains dalam konteks kehidupan manusia.
Sebagai suatu pendekatan, STS berkaitan dengan penyampaian pengetahuan sains yang sudah dituliskan dalam GBPP. Karakteristik STS sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran sains menurut Poejiadi (1996) tampak apabila dalam pembelajaran seorang guru melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a.    Guru sering menunjukkan kaitan antara konsep sains dikaji dengan kegunaan atau masalah yang ada di masyarakat
b.    Sebelum melaksanakan pembahasan konsep-konsep tertentu sesuai dengan GBPP, guru menggali isu atau masalah aktual yang ada di lingkungan siswa yang relevan dengan konsep-konsep yang akan dibahas. Kalau usaha guru tidak berhasil, guru dapat mengajukan adanya isu atau masalah kemudian dilakukan pembelajaran dengan berbagai metode, misalnya diskusi, praktikum, demonstrasi, karyawisata, observasi, untuk mengembangkan konsep. Tahap berikutnya adalah aplikasi konsep melalui kegiatan pemecahan masalah atau analisis isu yang telah dikemukakan pada awal pembelajaran. Selama kegiatan itu guru dapat melaksanakan pemantapan konsep, yaitu memperbaiki kesalagan pemahaman konsep. Tahap selanjutnya adalah melaksanakan evaluasi.
c.    Guru membuat STS, kemudian digunakan sebagai suplemen pada pokok bahasan yang relevan dengan GBPP.

6.    Accelerated Learning
Accelerated learning (belajar akselerasi) adalah suatu kemampuan menyerap dan memahami informasi baru secara cepat serta mempertahankan informasi tersebut. Menurut Colin Rose dan Malcolm J. Nichol (2002), kemampuan seperti ini diperlukan untuk menguasai kecepatan dalam suatu perubahan yang terjadi. Penguasaan metode belajar akselerasi dapat meningkatkan kemampuan belajar secara lebih efektif. Dalam belajar akselerasi ini sangat dipentingkan konsep learning how to learn (belajar bagaimana belajar) maksudnya adalah belajar yang tujuannya untuk menguasai bagaimana cara/teknik mempelajari sesuatu, bukan belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan atau keterampilan tertentu. Ilmu pengetahuan itu mengalami eksplosi atau berkembang dengan sangat cepat, oleh karena itu tidak bisa diajarkan satu per satu oleh para guru karena membutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian, yang dibutuhkan adalah siswa menguasai cara mempelajari ilmu pengetahuan tersebut sehingga ia bias belajar sendiri tanpa banyak bergantung kepada guru atau yang lainnya. Alasan lain mengapa learning how to learn itu penting, sebab ketika orang belajar bagaimana belajar, self esteem atau penghargaan dan kepercayaan dirinya akan tumbuh. Mereka tidak hanya menguasai teknologi dan perubahan baru, tetapi mereka memperoleh kemampuan-kemampuan dasar untuk menjadi orang yang self directed atau mampu mengarahkan dirinya dan memiliki kemampuan dasar untuk mencapai pertumbuhan pribadi.
Menurut Colin Rose dan Malcolm J. Nichol (2002), apabila kita mempelajai teknik belajar yang tepakt(eksak) sehingga menjadi gaya belajar personal maka kita akan belajar lebih alami (natural). Jika belajar itu sudah merupakan sesuatu yang bersifat alami maka akan lebih memberikan kemudahan dalam mempelajari sesuatu. Kemudahan belajar tersebut mempengaruhi kecepatan belajar seseorang (learning fast). Jadi, dengan demikian kecepatan belajar itu tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi melalui suatu proses yang berkesinambungan. Selain itu, agar proses belajar itu berhasil dan menyenangkan serta mempengaruhi kejernihan dalam berpikir (clear thinking) perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a.    Menciptakan lingkungan belajar yang “rendah stres”.
b.    Berikan jaminan mengenai kesesuaian mata pelajaran yang dipelajari.
c.    Berikan jaminan belajar positif secara emosional, misalnya dengan mengembangkan kerja sama, rasa humor, dorongan semangat, dan dukungan yang antusias.
d.    Mengikutsertakan keterlibatan berpikir pada otak kiri dan otak kanan secara seimbang.
e.    Merangsang otak untuk berpikir dan melakukan penyelidikan.
f.    Adanya konsolidasi dari apa yang dipelajari.

Sumber : Pengembanga Kurikulum dan Pembelajaran oleh Asep Herry Hernawan, dkk