Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2012

Penyakit Difteri

Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium Diphtheriae. Bakteri ini biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas. Jika sudah lebih parah lagi, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.
Gejala difteri meliputi, sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher, dan terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel, sulit bernapas atau napas cepat, demam, dan menggigil.
Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi. Orang yang terinfeksi C. Diphtheria seringkali tidak merasakan sesuatu atau tidak ada tanda-tanda dan gejala sama sekali.
Orang yang terinfeksi namun tidak menyadarinya dikenal sebagai carier (pembawa) difteri. Sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia, baik sebagai penderita maupun sebagai carier.
Tipe kedua dari difteri dapat mempengaruhi kulit, menyebabkan nyeri kemerahan, dan bengkak yang khas terkait dengan infeksi bakteri kulit lainnya. Sementara itu pada kasus yang jarang, infeksi difteri juga mempengaruhi mata.
Bakteri C.diphtheriae dapat menyebar melalui tiga rute:
* Bersin: Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, mereka akan melepaskan uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang di sekitarnya terpapar bakteri tersebut.
* Kontaminasi barang pribadi: Penularan difteri bisa berasal dari barang-barang pribadi seperti gelas yang belum dicuci.
* Barang rumah tangga: Dalam kasus yang jarang, difteri menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang biasanya dipakai secara bersamaan, seperti handuk atau mainan.
Selain itu, Anda juga dapat terkontaminasi bakteri berbahaya tersebut apabila menyentuh luka orang yang sudah terinfeksi. Orang yang telah terinfeksi bakteri difteri dan belum diobati dapat menginfeksi orang nonimmunized selama enam minggu - bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala apapun.
Orang-orang yang berada pada risiko tertular difteri meliputi:
  •  Anak-anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru
  • Orang yang hidup dalam kondisi tempat tingal penuh sesak atau tidak sehat
  • Orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan
  • Siapapun yang bepergian ke tempat atau daerah endemik difteri
Difteri jarang terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa, karena telah mewajibkan imunisasi pada anak-anak selama beberapa dekade. Namun, difteri masih sering ditemukan pada negara-negara berkembang di mana tingkat imunisasinya masih rendah seperti halnya yang saat ini terjadi di Jawa timur.
Jika tidak diobati, difteri dapat menyebabkan:
* Gangguan pernapasan
C. Diphtheriae dapat menghasilkan racun yang menginfeksi jaringan di daerah hidung dan tenggorokan. Infeksi tersebut menghasilkan membaran putih keabu-abuan (psedomembrane) terdiri dari membran sel-sel mati, bakteri dan zat lainnya. Membran ini dapat menghambat pernapasan.
* Kerusakan jantung
Toksin (racun) difteri dapat menyebar melalui aliran darah dan merusak jaringan lain dalam tubuh Anda, seperti otot jantung, sehingga menyebabkan komplikasi seperti radang pada otot jantung (miokarditis). Kerusakan jantung akibat miokarditis muncul sebagai kelainan ringan pada elektrokardiogram yang menyebabkan gagal jantung kongestif dan kematian mendadak.
* Kerusakan saraf
Toksin juga dapat menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada tenggorokan, di mana konduksi saraf yang buruk dapat menyebabkan kesulitan menelan. Bahkan saraf pada lengan dan kaki juga bisa meradang yang menyebabkan otot  menjadi lemah. Jika racun ini merusak otot-otot kontrol yang digunakan untuk bernapas, maka otot-otot ini dapat menjadi lumpuh. Kalau sudah seperti itu, maka diperlukan alat bantu napas.
Dengan pengobatan, kebanyakan orang dengan difteri dapat bertahan dari komplikasi ini, namun pemulihannya akan berjalan lama.
Difteri adalah penyakit yang serius. Para ahli di Mayo Clinic, memaparkan, ada beberapa upaya pengobatan yang dapat dilakukan diantaranya:
* Pemberian antitoksin: Setelah dokter memastikan diagnosa awal difteri, anak yang terinfeksi atau orang dewasa harus menerima suatu antitoksin. Antitoksin itu disuntikkan ke pembuluh darah atau otot untuk menetralkan toksin difteri yang sudah terkontaminasi dalam tubuh.
Sebelum memberikan antitoksin, dokter mungkin melakukan tes alergi kulit untuk memastikan bahwa orang yang terinfeksi tidak memiliki alergi terhadap antitoksin. Dokter awalnya akan memberikan dosis kecil dari antitoksin dan kemudian secara bertahap meningkatkan dosisnya.
* Antibiotik: Difteri juga dapat diobati dengan antibiotik, seperti penisilin atau eritromisin. Antibiotik membantu membunuh bakteri di dalam tubuh dan membersihkan infeksi. Anak-anak dan orang dewasa yang telah terinfeksi difteri dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit untuk perawatan.
Mereka mungkin akan diisolasi di unit perawatan intensif karena difteri dapat menyebar dengan mudah ke orang sekitar terutama yang tidak mendapatkan imunisasi penyakit ini.
Pencegahan
Jika Anda telah terpapar orang yang terinfeksi difteri, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Dokter mungkin akan memberi Anda resep antibiotik untuk mencegah infeksi penyakit itu.
Di samping juga pemberian vaksin difteri dengan dosis yang lebih banyak. Pemberian antibiotik juga diperlukan bagi mereka yang diketahui sebagai carrier (pembawa) difteri.
Difteri adalah penyakit yang umum pada anak-anak. Penyakit ini tidak hanya dapat diobati tetapi juga dapat dicegah dengan vaksin. Vaksin difteri biasanya dikombinasikan dengan vaksin untuk tetanus dan pertusis, yang dikenal sebagai vaksin difteri, tetanus dan pertusis.
Versi terbaru dari vaksin ini dikenal sebagai vaksin DTaP untuk anak-anak dan vaksin Tdap untuk remaja dan dewasa. Pemberian vaksinasi sudah dapat dilakukan saat masih bayi dengan lima tahapan yakni, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 12-18 bulan dan 4-6 tahun.
Vaksin difteri sangat efektif untuk mencegah difteri. Tapi pada beberapa anak mungkin akan mengalami efek samping seperti demam, rewel, mengantuk atau nyeri pasca pemberian vaksin. Pemberian vaksin DTaP pada anak jarang menyebabkan komplikasi serius, seperti reaksi alergi (gatal-gatal atau ruam berkembang hanya dalam beberapa menit pasca injeksi), kejang atau shock. Untuk beberapa anak dengan gangguan otak progresif - tidak dapat menerima vaksin DTaP.

Sumber: Kompas.com

Sabtu, 23 April 2011

6 Cara Mudah dan Murah Untuk Kulit Sehat

Siapa yang tidak menginginkan kulit yang sehat? Semua orang pasti menginginkannya. Ikuti beberapa cara berikut agar kulit anda tetap sehat:
1. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan E seperti kacang-kacangan, sayur, serta buah-buahan agar kulit kita tetap sehat, segar, dan tentu saja membuat badan kita tidak bertambah gemuk.
2. Minum air putih yang cukup minimal 2 liter sehari agar kulit kita segar karena kebutuhan air terpenuhi dan tidak lekas keriput. Jika hal ini dilakukan maka bukan hanya kulit yang akan sehat tetapi juga organ dalam tubuh kita.
3. Bersihkan kulit setiap hari setelah bepergian, dan sepulang sekolah, kuliah, atau bekerja. Gunakan pembersih yang berbahan dasar air dan mengandung squalene agar kulit tetap lembab. Pembersih dengan kandungan alkohol yang tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi semakin kering.
4. Pilih kosmetik yang sesuai dengan wajah kita apakah kulit wajah kita berminyak atau kering. Untuk informasi jangan segan-segan bertanya kepada costumer service di counter kosmetik.
5. Jangan ganti-ganti kosmetik kalau anda sudah menemukan yang sesuai dengan kulit anda. Jangan sampai keinginan anda memiliki kulit yang cantik malah berbalik menjadi wajah yang berjerawat.
6. Usahakan jangan pernah sama sekali menggunakan suntikan silikon untuk membuat wajah anda menjadi cantik. Suntikan tersebut apabila tidak dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya maka resikonya sangat besar dan berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian.
7. Jangan lupakan olah raga! Olah raga juga penting lho bagi kulit kita agar tetap kencang dan tidak mudah keriput.
Kulit yang sehat tidak melulu adalah kulit putih tetapi kulit sehat adalah kulit yang apapun warnanya tetap segar dan lembab.

Mengkudu Untuk Pengobatan Ketergantungan Obat dan Psikotropika

Mengkudu merupakan tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi manusia mulai dari buah, daun, sampai akarnya. Di dalam mengkudu terdapat asam kaproat yang menyebabkan mengkudu berbau busuk. Tumbuhan ini sebenarnya asli dari Asia Tenggara, tetapi sudah menyebar luas ke daratan Cina, India, Hawaii dan masih banyak lagi di dunia. Di Hawaii tanaman ini dikenal dengan Hawaii Magic Plant karena kemampuannya sebagai obat.
Manfaat dari mengkudu diantaranya:
1. Sari akarnya dapat digunakan sebagai zat pewarna merah untuk mewarnai kain dan kerajinan daun pandan.
2. Buahnya yang mengandung asam kaproat berfungsi untuk membersihkan karat pada logam.
3. Daunnya diolesi minyak kelapa dan dipanggang kemudian ditempelkan pada tempat yang sakit dapat menyembuhkan penyakit reumatik.
4. Batangnya sebagai obat penyakit malaria.
5. Sari buah mengkudu apabila dikonsumsi dalam tubuh dapat memperbaiki kerja kelenjar tiroid dan kelenjar timus yang penting untuk kekebalan tubuh dan mencegah infeksi.
6. Anthraquinane yang terkandung dalam mengkudu merupakan antibakteri dan antiseptik penyakit bisul dan diare.
7. Galaktosa, rhamnosa, dan glukoronat dalam mengkudu dapat menstimulus kekebalan tubuh serta berkhasiat sebagai anti tumor.
8. Buah mengkudu dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi dan menaikkan tekanan darah pada penderita darah rendah.
9. Adaptogen pada mengkudu berfungsi menyeimbangkan fungsi sel tubuh, menormalkan fungsi otak, mengendalikan rasa sakit, dan berguna dalam pengobatan terhadap ketergantungan terhadap obat-obatan dan psikotropika.
Begitu banyak manfaat dari mengkudu walaupun baunya memang tidak enak dan sangat mengganggu jika kita harus meminumnya. Sari buah mengkudu ada baiknya sesegera mungkin diminum tanpa dipanaskan agar enzim didalamnya tidak rusak dan berfungsi maksimal. Sekarang ada juga mengkudu berbentuk kapsul siap minum yang lebih praktis. Namun ingat bahwa anda harus meminumnya sesuai dengan dosisnya.

Minggu, 03 April 2011

Mengetahui Mycobacterium Tuberculosis (Penyakit TBC)

Penyakit ini merupakan penyakit menahun dan tersebar luas di negara-negara seperti Indonesia dan dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Penyebabnya adalah mycobacterium tuberculosis atau bisa juga mycobacterium bovis dan jarang karena mycobacterium avium.

Mycobacterium Tuberculosis ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882 yang dapat bertahan hidup dalam keadaan kering selama beberapa minggu. Apabila berada dalam cairan 60 derajat Celcius selama 15-20 menit akan mati.

Fraksi protein basil tuberculosis menyebabkan Necrosis (kematian) jaringan, sedangkan lemaknya menyebabkan sifat tahan asam dan merupakan penyebab terjadinya fibriosis (pembetukan jaringan ikat yang berlebihan) dan terbentuknya sel epitheloid (jaringan yang menutup permukaan luar dalam rongga/ saluran) menyebabkan batuk-batuk dan sesak nafas serta benjolan kecil bulat dalam jaringan akibat radang karena mycobacterium tuberculosis.

Penularan umumnya melalui udara, minum susu sapi yang tercemar mycobacterium bovis, dan bisa juga karena kontak langsung melalui luka/lecet di kulit.

Tanda-tanda Tuberculosis primer dapat dijumpai panas naik dan turun 1-2 minggu dengan tanpa batuk pilek. Panas tersebut menyerupai tipus atau malaria. Apabila masuk angin terjadi terus menerus perlu diperhitungkan kemungkinan TBC. Kemudian adanya radang paru-paru tapi tidak sembuh dengan terapi dan obat makan bisa dipertimbangkan kemungkinan TBC.
Batuk kering dan dahak disertai darah juga merupakan keadaan yang bisa dicurigai TBC.

Bagian tubuh yang biasanya terserang TBC adalah:
1.  Pleuritis tuberculosis yaitu pleura (selaput paru)
2. Lymphadenitis tuberculosis yang paling sering pada kelenjar leher (cervical) kemudian axilla (ketiak), ingunial (lipat paha), dan submandibula (rahang bawah).
3. Tuberculosis tulang dan sendi, pada umumnya lokasinya adalah pada tulang punggung kemudian menjalar ke panggul, lutut, siku, pergelangan tangan, bahu, dan jari (semua tulang dapat terjangkit).
4. Tuberculosis meningitis yaitu sampai ke otak, bisa juga sampai ke sumsum tulang.
5. Tuberculosis abdomen yaitu fokus primernya dibawah jejunum/pangkal usus halus, leum/ujung usus halus, dan colom/usus besar.

8 Faktor Munculnya Jerawat

Semua orang yang telah menginjak usia remaja pasti pernah merasakan memiliki jerawat. Jerawat atau istilahnya acne vulgaris dapat dipengaruhi oleh beberapa hal.
Diantaranya:

1. Genetik, ternyata jerawat itu juga bisa disebabkan oleh faktor genetika. Jadi kalau orang tua itu ada jerawatnya banyak maka mungkin saja anaknya juga akan mengalami hal yang sama, tapi ini cuma salah satu penyebabnya aja lho.

2. Hormon, biasanya jerawat akan muncul ketika masa pubertas. Pada wanita biasanya juga akan muncul jerawat pada saat sebelum, sesudah, maupun saat datang bulan karena pengaruh dari naiknya kadar estrogen dan androgen.

3. Seks pada masa remaja.

4. Makanan. Jerawat bisa muncul salah satunya disebabkan oleh makanan yang pedas, lemak, dan gula. Pokoknya kalau makan itu yang secukupnya dan seimbang dibarengi dengan minum air putih, maka akan mengurangi potensi kita berjerawat.

5. Alergi juga dapat menyebabkan jerawat misalnya alergi pada keju, mentega, coklat, kacang, dan sebagainya. Kita harus mengenal diri kita sendiri makanan apa yang dapat memicu alergi tersebut sebaiknya dikurangi.

6. Kosmetik. Kosmetik yang mengandung minyak maupun lemak pada orang-orang tertentu juga dapat memicu jerawat. Jadi hati-hati sama yang namanya kosmetik. Jangan pilih yang sembarangan. Jangan mentang-mentang kosmetiknya bisa bikin wajah kinclong kita langsung pakai aja tanpa menilik komposisinya apakah nanti ada efeknya pada kulit kita atau tidak. Kan efek itu tidak seketika muncul, bisa beberapa tahun lagi atau bahkan puluhan tahun lagi.

7. Kejiwaan atau psikis yang sehat. Maksudnya adalah kita harus senantiasa menjaga mood kita agar tetap baik. Stres kan bisa dipicu atau memicu hormon-hormon naik dan turun. Lha dari situ maka bisa jadi salah satu penyebab jerawat. Jangan juga keseringan melamun dan punya banyak masalah.

8. Iklim. Iklim bisa mempengaruhi kondisi kulit seseorang. Biasanya pada iklim panaslah jerawat itu muncul. Belum lagi kalau kulit terkontaminasi dengan bakteri.

Itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki jerawat.
Penting diingat, sekarang banyak kosmetik yang menjanjikan kulit putih bahkan dapat membuktikannya dalam waktu singkat. Namun ingat teman-teman, kita tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun mendatang dengan kulit kita atau bahkan kesehatan kita. Pastikan selalu untuk mencari tahu bahan-bahan dan efeknya bagi kita. Okay!


Waspada 7 Virus Penyebab Penyakit pada Manusia

1. Virus Influenza

Influenza merupakan penyakit infeksi akut saluran pernafasan yang ditandai dengan demam, menggigil, sakit otot, sakit kepala, dan sering disertai pilek, sakit tenggorokan, dan biasanya sembuh sendiri. Lama sakitnya adalah 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.
Influenza merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di lingkungan masyarakat. Walaupun dianggap ringan tapi dapat berbahaya untuk usia sangat muda atau bayi dan orang dewasa dengan fungsi kardiopulmoner yang terbatas. Juga terhadap penderita yang telah berusia lanjut dengan penyakit ginjal kronik atau gangguan metabolik endokrin. Salah satu komplikasi yang serius adalah pneumonia bakterial.
Serangan penyakit ini tercatat paling tinggi pada musim dingin dan hujan. Virus ini melanda pandemi berjangkit serentak di seluruh dunia 2-3 tahun sekali. Jumlah kematian mencapai puluhan ribu orang. Penyebaran melalui media tetes air atau droplet pada waktu batuk dan partikel dari sekret hidung atau tenggorokan di ruangan tertutup atau melayang di udara.
Karena sering terjadi perubahan akibat mutasi gen maka antigen pada virus influenza akan berubah juga sehingga seseorang yang pernah terserang influenza masih mungkin diserang berulang kali. Vaksinasi perlu diberikan 3-4 minggu sebelum terserang influenza. Vaksinasi dapat membuat kekebalan seseorang hingga kurang lebih 70%.
Untuk mencegah influenza kita harus berusaha hidup higienis.

2. Virus Gondong (Mumps)

Merupakan akut dan menular dengan gejala pembesaran kelenjar ludah terutama glandula parotis. Penyebarannya melalui tetesan air, kontak langsung, urin, dan muntahan. Penyakit ini dapat timbul di seluruh dunia.
Masanya adalah 14-24 hari. Dimulai dengan stadium Prodonal lamanya 1-2 hari dengan gejala demam, anorexia, sakit kepala, muntah, dan nyeri otot dengan suhu tubuh 38,5-39,5 derajat Celcius. Lalu timbul pembengkakan kelenjar Parotis, rasa nyeri akan lebih terasa apabila makan atau minum yang rasanya asam. Pembengkakan terjadi selama 3 hari lalu mengempis.
Seseorang yang terinfeksi virus ini harus beristirahat di tempat tidur selama panas dan pembengkakan granula parotis. Kompres panas atau dingin dan makan yang lunak atau cair.

3. Virus Polio

Virus polio termasuk virus entero yang dapat menyebabkan kerusakan neuron motor dalam sumsum tulang belakang sehingga menimbulkan kelumpuhan. virus ini dapat masuk melalui mulut. Virus tinggal pada tenggorokan dan tinja sebelum timbulnya penyakit.
Ada 3 gejala dan penyebab penyakit polio:
- Poliomyelitis abortif adalah yang paling sering ditemukan, tidak menyebabkan kelumpuhan, hanya sakit ringan seperti demam, lesu, ngantuk, sakit kepala, muntah, sembelit, dan sakit tenggorokan.
- Poliomyelitis non paralitik (meningitis aseptik) gejalanya seperti poliomyelitis abortif tetapi ditambah dengan kekakuan, sakit punggung, dan leher. sebagian kasus berlanjut dengan kelumpuhan.
-Poliomyelitis paralitik dapat menyebabkan kerusakan neuron motor yang menyebabkan kelumpuhan.
Pengobatan penyakit ini terbatas untuk pengurangan nyeri dan spasme oto serta mempertahankan pernafasan dan cairan. Namun sekarang telah tersedia vaksin polio. Jadi jangan lupa melakukan vaksinasi lengkap bagi bayi dan secepatnya menyingkir dari daerah yang termasuk epidemi.

4. Cacar (Variola)

Virus variola menular secara kontak langsung, udara, dan muntahan. Virus ini ditemukan pada keropeng dan vesikel (crusta/gelembung kecil-kecil) mengena muka dan membuat cacat muka.
Angka kematian:
variola minor 1%
variola mayor 10%
Variola disereta 5-6%
Variola concluence 60%
Variola hemorrhagica 80%
Kematian tertinggi pada anak berusia di bawah 5 tahun dan dewasa di atas 45 tahun. Pengobatan dengan antibiotik juga permangas kalicus untuk bopeng yang ada. Jalan satu-satunya untuk pencegahan adalah vaksinasi.

5. Cacar Air (Varisela) dan Zoster

Varisela atau cacar air adalah salah satu penyakit yang sangat menular terutama pada anak-anak. Sedagkan zoster atau shingles adalah penyakit yang melemahkan pada orang dewasa, jarang terjadi pada anak-anak. Kedua penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang sama.
Infeksi penyakit varisela adalah lewat selaput lendir saluran pernafasan bagian atas. Masa inkubasinya 14-21 hari dengan gejala deman dan tidak enak badan diikuti dengan ruam pada badan lalu wajah, anggota badan, selaput lendir, pipi, serta farings.
Zoster biasanya dimulai dengan perasaan tidak enak badan dan demam diikuti rasa sakit hebat pada daerah kulit atau selaput lendir yang berkaitan dengan syaraf dan ganglion sensoris. Yang paling sering terserang adalah kepala, leher, dan badan.
Untuk pencegahan dengan menggunakan globulin imun varisela zoster untuk orang-orang yang beresiko tinggi atau kontak dengan penderita namun apabila sudah terinfeksi maka vaksin tersebut tidak berguna lagi.
Untuk mencegah infeksi penyakit ini sangat dianjurkan untuk selalu menggunting kuku atau jangan memiliki kuku panjang dan sering-sering mencuci tangan dengan antiseptik. Jangan lupa pula pakaian kita juga harus higienis.

6. Herpes

Herpes juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Ada beberapa macam jenis herpes. Virus herpes bisa membuat seseorang demam, merah-merah pada kulit hingga seperti gelembung-gelembung pada kulit, infeksi pada mata, kornea, atau kelopak mata dan bahkan radang pada otak.
Ada juga herpes genitalis yang dapat menginfeksi pada alat kelamin wanita maupun pria. Untuk seorang wanita yang terkena virus ini saat hamil, ketika melahirkan bayi maka bayi dapat diselamatkan melalui operasi (sectio caesarea) sebelum pecahnya selaput ketuban. Jika tidak maka jika dapat disembuhkan akan terjadi kerusakan otak yang permanen.

7. Virus Sitomegali

Virus Sitomegali disebut juga dengan cyclomegalic inclusion diseas atau virus kelenjar ludah. Virus ini terjadi pada awal kelahiran bayi dan menyebabkan kematian anak di bawah 2 tahun atau infeksi yang tidak nyata pada masa anak-anak atau remaja dan muncul pada saat dewasa. Padahal virus ini ditemukan pada serviks wanita yang sehat sehingga 10% dimungkinkan wanita tersebut terkena virus ini saat ibu hamil.
Kasus-kasus fatal terjadi pada saat virus sitomegali ada di jaringan epitel hati, paru-paru, ginjal, saluran gastrointestinal, dan daerah lain. Banyak wanita terinfeksi secara alamiah sebelum hamil, tapi mengeluarkan virus dari serviks selama trimester terakhir dari kehamilan. Pencegahannya dengan menjaga kebersihan vagina/serviks.

5 Cacing Parasit Manusia

1. Cacing Gelang (Ascaria Lumbricoides)

Cacing ascaria lumbricoides (cacing gelang) berbentuk bulat besar dan hidup di usus halus manusia. Cacing ini berkembang pada penduduk beriklim panas dan lembab dengan sanitasi buruk.
Cacing betina dewasa mengeluarkan telur yang menjadi matang dan infektif. Larva tumbuh pada telurnya 2-3 minggu. Infeksi cacing ini dapat melalui tangan, binatang, atau tanah yang mengontaminasi makanan dan minuman.
Dalam usus halus larva cacing menembus dinding usus halus menuju vena dan pembuluh limfa kemudian ke paru-paru setelah itu bermigrasi ke broncus, faring, lalu esofagus (kerongkongan) dan usus halus, butuh 60-75 hari sampai menjadi cacing dewasa.
Selama bermigrasi cacing ini dapat menimbulkan gejala bila merusak kapiler atau dinding alveolus (gelembung-gelembung) paru-paru dapat terjadi pendarahan, penggumpalan sel leukosit dan terjadi gejala panas, batuk, batuk darah, sesak nafas dan pneumonitis.
Larva cacing gelang dapat menyerang otak, ginjal, mata, sumsum tulang belakang, dan kulit. Bila cacing dewasa banyak maka perut akan terasa tidak enak, bisa kolik pada anak-anak, juga gangguan nutrisi, penyumbatan saluran empedu, saluran pankreas, dan usus buntu. Dapat juga menimbulkan gejala urtikaria, gatal-gatal, dan eosinofili (peningkatan jumlah leukosit eosinifil dalam darah).
Cacing dewasa dapat keluar melalui mulut dengan perantara batuk, muntah, atau keluar melalui hidung.
Askariasis dapat menyebabkan usus buntu (apendisitis).
Pada pemeriksaan di laboratorium biasanya yang paling mudah adalah dengan meneliti feces apakah ada telur-telur cacing dan lihat apakah bibir atau lidah pasien pucat.

2. Penyakit Cacing Kremi

Penyakit cacing kremi disebabkan oleh oxyuris vermicularis atau enterobuius vermicularis atau cacing kremi (pinworn). Manusia dapat terinfeksi karena tertelan telur yang telah dibuahi melalui tangan yang kotor (anus, makanan, dsb) dan terhirup udara yang mengandung telur.
Gejalanya adalah gatal pada anus, terutama malam hari, anoreksia (hilang nafsu makan), badan kurus, sukar tidur, nyeri perut, mual, muntah, dan mencret.
Untuk perawatan semua anggota keluarga dan binatang piaraan rutin 3 bulan 1x obat cacing, kuku panjang harus dihindari, pakaian dan tempat yang kotor harus sering dibersihkan.

3. Cacing Tambang

Cacing tambang yang biasa menyerang di Indonesia adalah necator americanus. Gejalanya adalah rasa gatal di kaki dan muncul ruam-ruam, batuk darah karena pecahnya alveoli paru-paru, tidak enak diperut, sering kembung.

4. Trikuriasis

Penyebabnya adalah trichuris trichiura yang terdapat di seluruh dunia terutama daerah tropis dan subtropis. Hidup di usus besar. Gejalanya adalah iritasi pada mukosa, seperti nyeri perut, sukar buang air besar, kembung, flatus (kentut), mual, muntah, penyumbatan usus, turunnya berat badan.

5. Cacing Pita

Penyebabnya adalah taenia solium atau taenia saginata. Ada 2 bentuk infeksi taemia solium yaitu cacing pita dewasa pada usus dan infeksi larva dari cacing pita.
Panjang taenia saginata adalah 4-10 meter dengan 1.000-2.000 proglotid (ruas-ruas) sedangkan taenia solium panjangnya 2-4 meter. Umur cacing pita bisa mencapai 25 tahun dalam usus.
Gejalanya adalah proglotid dalam feses, lambung tidak enak, mual/nausea, badan lemah, berat badan turun, nafsu makan meningkat, sakit kepala, konstipasi, pusing, diare, gatal pada dubur, perut berbunyi, dan mengantuk.
Ada beberapa cara mengobati seperti niklosamid, mebendazol, dan atabrin/mepakrin/kinakrim HCl. Sedangkan secara tradisional dengan biji labu merah (curcubita mosenata) 180 gr = kurang lebih 1.000 biji.

Rabu, 09 Maret 2011

Hati-hati jika mimisan! Bisa jadi itu gejala Idiopathic Trombocythopenic.

Idiopatic trombocythopenic, pernahkah anda mendengar istilah tersebut? Bagi sebagian orang pasti terdengar sangat asing. Begitu pula dengan saya dua tahun yang lalu.
Dua tahun yang lalu tepatnya pada awal bulan ramadhan, adik sepupu saya menderita sakit yang gejala awalnya adalah mimisan. Pada awalnya kami mengira mimisan tersebut adalah mimisan yang biasa terjadi pada anak-anak dan sudah beberapa kali berkonsultasi kepada dokter tetapi dokter bilang kalau mimisan itu karena selaput hidung yang tipis. Hal tersebut biasa terjadi pada usia anak-anak, katanya.
Namun hal tersebut berlanjut hingga adik saya berusia 15 tahun. Sekitar pukul 23.00 ia mimisan hebat dan tidak dapat dihentikan. Tante saya kemudian segera berinisiatif membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa ternyata trombositnya drop dengan jumlah trombosit hanya 4.000 saja (normalnya kira-kira  150.000-440.000). dalam keadaan panik tersebut ternyata rumah sakit tidak memiliki stok darah untuk transfusi. Keadaan juga dudah larut. Tante saya sampai hanya dapat bersandar ke dinding kamar rumah sakit itu dalam keadaan lemas melihat putrinya dalam keadaan kritis dan terus mengeluarkan darah melalui hidungnya, kulit badannya pucat dan membiru. Parahnya, golongan darah tante saya tidak sama dengan adik saya tersebut, sedangkan ayahnya yang memiliki golongan darah yang sama yaitu B bekerja di luar negeri sehingga tidak mungkin pulang dalam waktu yang singkat.
Dalam keadaan panik tersebut, datanglah seorang dokter yang memiliki golongan darah yang sama dengan adik saya yaitu B mendonorkan darahnya. Alhamdulillah, Allah memberikan pertolongannya melalui dokter tersebut. Keadaanya sedikit membaik setelah dilakukan transfusi darah, ia bisa tidur dengan nyenyak malam itu.
Pagi harinya dilakukan pengecekan darah lagi untuk mengetahui apakah jumlah trombositnya sudah normal kembali. Namun, apa yang terjadi? Trombositnya yang seharusnya untuk orang normal akan kembali normal seperti semula bagi adik saya malah drop kembali ke kisaran 6.000. Dengan trombosit yang turun drastis itu pada awalnya diagnosis dokter adalah demam berdarah, tetapi sekarang runtuhlah teori tersebut.
Siang harinya, saya bersama keluarga mencari pendonor darah di beberapa tempat, di sekitar rumah, dan sampai di kantor polisi juga. Di kantor polisi itu, hanya ada tiga orang yang berjaga piket di sana setahu kami. Semuanya sedang bertugas di luar. Sehingga kami disarankan untuk mencari darah ke poliklinik. Kami membutuhkan darah yang segar atau langsung diambil dari pendonor untuk kemudian di ekstrak untuk diambil trombositnya saja.
Kami hampir berputus asa, kemana semua pendonor yang ketika kami tidak mencarinya berseliweran, tapi ketika kami sangat membutuhkannya mereka seperti menghilang. Mungkin itu hanya bayangan kami saja ketika dalam keadaan seperti itu. Akhirnya pukul 13.00 ayah saya menelepon seorang temannya yang anggota TNI AD. Oleh beliau kami dicarikan pendonor. Tiga orang anggota TNI tersebut kemudian dibawa ke PMI Solo untuk diambil darahnya. Proses tersebut selesai kira-kira pukul 19.00 dan kami segera menuju ke rumah sakit tempat adik saya dirawat.
Semalaman adik saya kembali tidur lelap. 
Karena berkali-kali ditransfusi tetapi tidak ada perkembangan yang berarti, kemudian dilakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang. Setelah dilakukan pemeriksaan tersebut kemudian adik saya dirujuk ke rumah sakit dr Sardjito Yogyakarta di klinik Tulip. Seperti yang kami duga sebelumnya, klinik tersebut adalah klinik untuk penyakit kanker. Suasana yang dingin di klinik itu membuat saya merinding. Saya dan keluarga duduk di ruang tunggu pemeriksaan. Tempat itu tidak terlalu ramai, tetapi mereka pasti memiliki perasaan yang sama dengan kami, yaitu khawatir. Mendengar beberapa pernyataan mereka tentang penyakit keluarga mereka membuat hati saya tersayat. Begini ya rasanya di rumah sakit dengan orang-orang sakit kanker yang identik dengan harapan hidup yang kecil.
Adik saya diperiksa kemudian diberikan obat-obatan yang lumayan banyak. Harus rutin diminum! Jelas. Ia didiagnosis memiliki penyakit idiopatic trombocythopenic. Sejenis penyakit yang menurut beberapa sumber terjadi karena sistem imun dalam tubuh yang terdapat di sel darah putih (leukosit) yang seharusnya menyerang kuman dan benda-benda asing yang dapat membuat tubuh sakit malah menyerang tubuh itu sendiri  yaitu keping darah (trombosit) yang dianggapnya zat asing. Mungkin kalau hewan atau manusia istilah kerennya kanibal kali ya.
Setelah beberapa hari, trombsositnya berangsur mulai memulih dan adik saya diizinkan pulang. Sekarang sudah 2 tahun dari hari tersebut, setiap satu kali dalam seminggu ia masih harus kontrol ke RS dr Sardjito. Tanggal 9 Maret 2011 kemaren adalah untuk kesekian kalinya ia melakukan kontrol danl agi-lagi masih harus minum obat. Setiap hari ia juga harus minum jus jambu dan 1/4 kg daging agar kesehatanya tetap terjaga.
Alhamdulillah sampai saat ini ia sehat. Kami sekeluarga sangat bersyukur dan semoga saja sakitnya cepat sembuh. Karena itu pasti yang diinginkan oleh semuanya.

Jadi, berhati-hatilah dalam menjaga kesehatan. Siapa yang tahu, dari hal-hal sepele ternyata merupakan gejala-gejala penyakit berat yang semoga tidak anda miliki.