Rabu, 09 Maret 2011

Apa saja sih barang yang berbahaya bagi penerbangan?

Pesawat terbang adalah salah satu model transportasi yang saat ini sedang berkembang sangat cepat. Selain efisien waktu juga memiliki tingkat keamanan yang paling baik diantara model transportasi yang lain.
Ketika anda akan menaiki pesawat terbang, anda pasti harus melalui sebuah tempat yang disebut dengan bandar udara, bandara, atau airport. Ketika memasuki bandara anda akan diperiksa oleh petugas bandara yang berjabat aviation security yaitu personil yang memiliki kecakapan tertentu yang memiliki sertifikat yang tugasnya adalah untuk keamanan, pelayanan, dan keselamatan penerbangan.
Sebagian orang kadang mengeluh apabila mereka tidak diizinkan membawa suatu barang ke pesawat atau bahkan mereka sampai marah-marah. Padahal, dalam angkutan terbang seperti pesawat itu tidak seperti naik bis yang bisa membawa barang apapun sesukanya. Dalam pesawat kita harus mematuhi peraturan yang ada agar kita dapat menikmati perjalan yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. Istilahnya happy landing lah.
Berikut ini barang-barang yang termasuk dalam barang berbahaya (dangerous goods) atau tidak diperkenankan atau jika diperkenankan maka ada aturan-aturan tertentu baik dalam jumlah, ukuran, maupun cara pengemasan.

1. Explosive atau bahan peledak. Bahan peledak yang dilarang diangkut dalam pesawat terbang yaitu bahan peledak yang dapat meledak pada suhu 75 derajat celcius dalam waktu 48 jam, yang mengandung clorat, amonium salts, dan phosporus. Bahan peledak atau cairan yang sangat sensitif terhadap goncangan mekanis serta bahan yang dapat menimbulkan panas dan gas pada suhu normal di dalam penerbangan juga tidak diizinkan.
2. Flammable liquid atau cairan yang mudah terbakar yaitu cairan yang bila dipanaskan dalam wadah tertutup mempunyai titik nyala 60,5 derajat celcius atau 60,5 derajat celcius dengan wadah terbuka. Misalnya adalah alkohol. Untuk minuman berakohol ada ketentuannya, kadar alkohol tidak boleh lebih dari 70% dan maksimal 5 liter.
3. Gas yang terdiri dari tiga macam, flammable gas atau gas yang mudah terbakar seperti hidrogen dan butane, non flammable non toxic yaitu gas yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun seperti karbondioksida dan fire extinguisher, serta toxic gas, atau gas beracun seperti aerosol kecuali yang diperuntukkan pelayanan dalam penerbangan seperti penggunaannya dalam botol parfum.
4. Flammable solid atau benda yang mudah terbakar seperti korek api, yang mengandung fosfor serta kalsium karbit.
5. Bahan radioaktif yaitu bahan yang dapat mengeluarkan radiasi yang berbahaya bagi manusia, binatang, dan barang. Radiasi yang dimaksud tidak dapat dilihat dan hanya dapat dikontrol dengan alat yang disebut geiger.
6. Zat racun yaitu zat yang dapat menyebabkan kematian apabila dihirup/ditelan atau dapat menyebabkan luka yang membahayakan keselamatan seperti pestisida, serta zat menular yaitu zat yang mengandung mikroorganisme hidup yang menyebabkan penyakit misalnya hepatitis dan HIV.
7. Corrosive materials atau zat cair maupun padat yang dapat menyebabkan kerusakan atau karatan, dapat menyebabkan kerusakan kulit bila tersentuh, bila berasap terhirup berbahaya, dapat menyebabkan iritasi mata, dan ada yang dapat merusak logam. Misalnya air raksa.
8. Zat yang beroksidasi yaitu zat yang dapat merangsang kebakaran seperti nitrat dan kalsium klorat serta zat organic peroxide yang dapat menimbulkan reaksi atau terbakar apabila terjadi reaksi kimia seperti hidropeoksida.
9. Barang-barang berbahaya yang dimungkinkan dapat membahayakan manusia atau pesawat apabila tidak ditangani dengan baik sehingga hanya dapat diangkut dalam bagasi pesawat, misalnya senjata tajam, paku, palu, gunting, silet.
Itulah barang-barang yang berbahaya dalam penerbangan. Dalam penerapannya, cairan atau pasta yang memiliki ukuran lebih dari 100ml atau 100gram tidak diperkenankan untuk dibawa dalam penerbangan karena dikhawatirkan cairan atau pasta tersebut adalah zat-zat yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Setelah anda dan semua penumpang mematuhi segala peraturan keselamatan penerbangan saya yakin pasti anda akan merasa lebih aman dan nyaman menaiki pesawat terbang dan happy landing!

Hati-hati jika mimisan! Bisa jadi itu gejala Idiopathic Trombocythopenic.

Idiopatic trombocythopenic, pernahkah anda mendengar istilah tersebut? Bagi sebagian orang pasti terdengar sangat asing. Begitu pula dengan saya dua tahun yang lalu.
Dua tahun yang lalu tepatnya pada awal bulan ramadhan, adik sepupu saya menderita sakit yang gejala awalnya adalah mimisan. Pada awalnya kami mengira mimisan tersebut adalah mimisan yang biasa terjadi pada anak-anak dan sudah beberapa kali berkonsultasi kepada dokter tetapi dokter bilang kalau mimisan itu karena selaput hidung yang tipis. Hal tersebut biasa terjadi pada usia anak-anak, katanya.
Namun hal tersebut berlanjut hingga adik saya berusia 15 tahun. Sekitar pukul 23.00 ia mimisan hebat dan tidak dapat dihentikan. Tante saya kemudian segera berinisiatif membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa ternyata trombositnya drop dengan jumlah trombosit hanya 4.000 saja (normalnya kira-kira  150.000-440.000). dalam keadaan panik tersebut ternyata rumah sakit tidak memiliki stok darah untuk transfusi. Keadaan juga dudah larut. Tante saya sampai hanya dapat bersandar ke dinding kamar rumah sakit itu dalam keadaan lemas melihat putrinya dalam keadaan kritis dan terus mengeluarkan darah melalui hidungnya, kulit badannya pucat dan membiru. Parahnya, golongan darah tante saya tidak sama dengan adik saya tersebut, sedangkan ayahnya yang memiliki golongan darah yang sama yaitu B bekerja di luar negeri sehingga tidak mungkin pulang dalam waktu yang singkat.
Dalam keadaan panik tersebut, datanglah seorang dokter yang memiliki golongan darah yang sama dengan adik saya yaitu B mendonorkan darahnya. Alhamdulillah, Allah memberikan pertolongannya melalui dokter tersebut. Keadaanya sedikit membaik setelah dilakukan transfusi darah, ia bisa tidur dengan nyenyak malam itu.
Pagi harinya dilakukan pengecekan darah lagi untuk mengetahui apakah jumlah trombositnya sudah normal kembali. Namun, apa yang terjadi? Trombositnya yang seharusnya untuk orang normal akan kembali normal seperti semula bagi adik saya malah drop kembali ke kisaran 6.000. Dengan trombosit yang turun drastis itu pada awalnya diagnosis dokter adalah demam berdarah, tetapi sekarang runtuhlah teori tersebut.
Siang harinya, saya bersama keluarga mencari pendonor darah di beberapa tempat, di sekitar rumah, dan sampai di kantor polisi juga. Di kantor polisi itu, hanya ada tiga orang yang berjaga piket di sana setahu kami. Semuanya sedang bertugas di luar. Sehingga kami disarankan untuk mencari darah ke poliklinik. Kami membutuhkan darah yang segar atau langsung diambil dari pendonor untuk kemudian di ekstrak untuk diambil trombositnya saja.
Kami hampir berputus asa, kemana semua pendonor yang ketika kami tidak mencarinya berseliweran, tapi ketika kami sangat membutuhkannya mereka seperti menghilang. Mungkin itu hanya bayangan kami saja ketika dalam keadaan seperti itu. Akhirnya pukul 13.00 ayah saya menelepon seorang temannya yang anggota TNI AD. Oleh beliau kami dicarikan pendonor. Tiga orang anggota TNI tersebut kemudian dibawa ke PMI Solo untuk diambil darahnya. Proses tersebut selesai kira-kira pukul 19.00 dan kami segera menuju ke rumah sakit tempat adik saya dirawat.
Semalaman adik saya kembali tidur lelap. 
Karena berkali-kali ditransfusi tetapi tidak ada perkembangan yang berarti, kemudian dilakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang. Setelah dilakukan pemeriksaan tersebut kemudian adik saya dirujuk ke rumah sakit dr Sardjito Yogyakarta di klinik Tulip. Seperti yang kami duga sebelumnya, klinik tersebut adalah klinik untuk penyakit kanker. Suasana yang dingin di klinik itu membuat saya merinding. Saya dan keluarga duduk di ruang tunggu pemeriksaan. Tempat itu tidak terlalu ramai, tetapi mereka pasti memiliki perasaan yang sama dengan kami, yaitu khawatir. Mendengar beberapa pernyataan mereka tentang penyakit keluarga mereka membuat hati saya tersayat. Begini ya rasanya di rumah sakit dengan orang-orang sakit kanker yang identik dengan harapan hidup yang kecil.
Adik saya diperiksa kemudian diberikan obat-obatan yang lumayan banyak. Harus rutin diminum! Jelas. Ia didiagnosis memiliki penyakit idiopatic trombocythopenic. Sejenis penyakit yang menurut beberapa sumber terjadi karena sistem imun dalam tubuh yang terdapat di sel darah putih (leukosit) yang seharusnya menyerang kuman dan benda-benda asing yang dapat membuat tubuh sakit malah menyerang tubuh itu sendiri  yaitu keping darah (trombosit) yang dianggapnya zat asing. Mungkin kalau hewan atau manusia istilah kerennya kanibal kali ya.
Setelah beberapa hari, trombsositnya berangsur mulai memulih dan adik saya diizinkan pulang. Sekarang sudah 2 tahun dari hari tersebut, setiap satu kali dalam seminggu ia masih harus kontrol ke RS dr Sardjito. Tanggal 9 Maret 2011 kemaren adalah untuk kesekian kalinya ia melakukan kontrol danl agi-lagi masih harus minum obat. Setiap hari ia juga harus minum jus jambu dan 1/4 kg daging agar kesehatanya tetap terjaga.
Alhamdulillah sampai saat ini ia sehat. Kami sekeluarga sangat bersyukur dan semoga saja sakitnya cepat sembuh. Karena itu pasti yang diinginkan oleh semuanya.

Jadi, berhati-hatilah dalam menjaga kesehatan. Siapa yang tahu, dari hal-hal sepele ternyata merupakan gejala-gejala penyakit berat yang semoga tidak anda miliki.

Bagaimana sih biar orang senang mengajakmu makan?

Anda pasti pernah diundang dalam suatu perjamuan, entah itu pesta pernikahan, ulang tahun, ataupun perayaan  tertentu. Memang terdengar sepele, tetapi ternyata banyak sekali aturan etiket dalam perjamuan makan yang apabila tidak anda patuhi bisa jadi orang-orang di sekitar anda akan menganggap anda tidak sopan.

Berikut hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat berlangsungnya jamuan makan:
1. membersihkan hidung dan kuku,
2. menguap (tutup mulut anda apabila menguap itu terjadi dengan tidak sengaja),
3. memasukkan tangan ke saku,
4. batuk dan bersin,
5. meludah di tempat yang tidak semestinya,
6. menggaruk kepala,
7. memainkan kuku atau menggigit jari,
8. memainkan dasi atau kancing baju,
9. merapikan rambut,
10. mengelus jerawat, jenggot, atau kumis,
11. sering-sering melihat jam,
12. bersenandung, bersiul, dan komat-kamit,
13. mengetukkan kaki di lantai,
14. memegang peralatan makan selagi tidak makan,
15. mengorek gigi sehabis makan
16. menaruh tas, korek api, atau handphone di atas meja makan,
17. berkomunikasi menggunakan telepon,
18. tertawa terbahak-bahak,
19. berteriak sehingga menimbulkan perhatian banyak orang,
20. berbicara dengan berbisik-bisik,
21. mengerlingkan mata dengan orang lain,
22. menggeliatkan badan,
23. memotong pembicaraan orang lain,
24. mengunyah permen karet,
25. merokok ketika perjamuan makan berlangsung,
26. mendominasi pembicaraan,
27. datang terlambat,
28. mengucapkan bahasa tertentu yang hanya dimengerti sekelompok orang,
29. membaca koran, novel, majalah, dan lain-lain,
30. meletakkan tangan di meja,
31. mengunyah makanan sampai berbunyi keras,
32. menyandarkan kepala di sandaran kursi makan,
33. memperlihatkan rasa ingin tahu jumlah pembayaran ketika ditraktir di restoran,

Adapun hal-hal yang sangat baik dilakukan ketika acara perjamuan makan yaitu:
1. ketika berbicara dengan halus dan pembicaraan tersebut melibatkan orang sekeliling anda,
2. mendengarkan pembicaraan orang lain dengan penuh perhatian,
3. berdiri pada saat diperkenalkan atau memperkenalkan diri,
4. memberi senyum, salam, dan tegur sapa terutama bagi orang sekeliling anda,
5. menyesuaikan diri menggunakan waktu untuk menyantap makanan, usahakan dapat selesai bersamaan dalam satu meja,
6. datang tepat waktu sesuai undangan,
7. berpakaian sesuai acara yang didatangi,
8. memberi konfirmasi kehadiran atau ketidakhadiran kepada yang mengundang,
9. puji masakan yang dibuat apabila ada juru masak yang menunggu makanan,
10. mengelap mulut seusai makan dengan menempelkan napkin di mulut dengan perlahan,
11. memberi ucapan terima kasih kepada pramusaji yang melayani anda.

Jika hal-hal tidak baik itu tidak anda lakukan dan hal yang baik diatas anda lakukan, saya yakin anda akan disenangi oleh orang-orang disekitar anda. Insya allah.
(berdasarkan pelajaran dari Bapak Rory Wardhana, tentang Attitude)

Ejaan huruf atau spelling biar tidak salah tulis

Dalam menyampaikan sebuah pesan atau kode dengan menggunakan pesawat radio, telepon, atau HT, kadang kita kesulitan untuk mengetahui ejaan dari pesan atau kode tersebut. Misalnya ketika kita mengeja huruf B kadang yang terdengar malah huruf D. Untuk mengatasi hal itu maka ada ejaan (spelling) yang telah dipakai secara internasional.

Istilah-istilah yang umum dalam penerbangan apa aja sih?

Berikut ini adalah beberapa istilah-istilah dalam penerbangan dan penjelasannya. Semoga bermanfaat.